-->

Notification

×

Pendidikan Jadi Pilar IPM, Bima Siapkan Transformasi Berkelanjutan

4/10/26 | Jumat, April 10, 2026 WIB | 2026-04-14T06:54:13Z

BIMA - Pemerintah Kabupaten Bima terus memacu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan literasi dan numerasi. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan konsolidasi program prioritas yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag), STKIP Taman Siswa Bima, serta program kemitraan Australia–Indonesia, INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) Fase 3, yang berlangsung di Aula Kampus STKIP Taman Siswa Bima, Selasa (10/03/2026).

Plt. Kepala BAPPEDA Kabupaten Bima, Taufik, ST., MT, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh daya saing yang tercermin dari serapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas SDM.

"Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bima saat ini telah meningkat ke level tinggi. Lompatan signifikan ini merupakan kontribusi nyata dari sektor pendidikan. Namun, tantangan ke depan tetap besar, terutama dalam peletakan dasar transformasi pendidikan serta peningkatan SDM," ujarnya.

Taufik juga menyoroti pentingnya perbaikan manajemen serta tata kelola kebijakan di tingkat satuan pendidikan. Ia turut mengapresiasi fokus INOVASI Fase 3 yang mencakup literasi, numerasi, pendidikan karakter, hingga kepemimpinan transformasional di sekolah dan madrasah.

Provincial Manager INOVASI NTB, Jamaruddin, menegaskan komitmennya untuk merancang program bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

"Konsolidasi program prioritas dimaksudkan dalam upaya membangun kesepahaman terkait strategi pengelolaan program secara efektif dan berkesinambungan antara pemangku kebijakan serta aktor kunci (pengawas - perwakilan satuan pendidikan) yang akhirnya mengembangkan kompetensi literasi, numerasi dan penguatan karakter peserta didik," urai Jamaruddin.

Dalam sesi konsolidasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bima, H. Fathurahman, S.Pd., M.Pd., memaparkan sejumlah agenda utama pembangunan pendidikan di daerah.

Pemerintah, kata dia, akan fokus pada peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, digitalisasi, revitalisasi sarana dan prasarana, serta penguatan budaya lokal.

Sementara itu, Kemenag melalui Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Husni Mubarak, MA, menyampaikan visi pendidikan unggul terintegrasi melalui digitalisasi layanan, penguatan kompetensi pendidik (PKB), serta penanaman nilai moderasi beragama.

Perwakilan INOVASI, dr. Lalu Ari Irawan selaku ecosystem coordinator, menjelaskan bahwa pada Fase 3 ini, strategi bergeser dari pendekatan berbasis sekolah menuju penguatan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.

“Fokus utamanya INOVASI Fase 3 adalah : kurikulum dan penilaian, praktek mengajar guru, kepemimpinan sekolah/madrasah, serta isu inklusif kesetaraan gender dan disabilitas,” tambahnya.

INOVASI akan berperan sebagai jembatan kemitraan, penyedia dukungan teknis dari para ahli, serta fasilitator uji coba solusi inovatif melalui hibah kecil. Selain itu, program ini juga akan memperkuat pengumpulan serta pemanfaatan data melalui monitoring, evaluasi, dan refleksi kolaboratif.

“Fokus utama tetap pada kurikulum, praktik mengajar guru, kepemimpinan, serta isu inklusif seperti kesetaraan gender dan disabilitas,” tutupnya.

Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, menekankan pentingnya sinkronisasi antara misi kepala daerah dengan program INOVASI.

“Sinkronisasi serta connecting misi kepala daerah menjadi landasan utama dalam capaian target dan penyusunan program prioritas sehingga daerah mampu untuk mengeksplorasi praktik baik yang kontekstual dan menjadikannya basis perubahan perilaku secara fundamental,” urai Raani Wahyuni.

Pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi refleksi terkait kendala pengimbasan materi literasi yang selama ini dilakukan, dipandu oleh Muh. Ali Akrom selaku education coordinator INOVASI.

Para peserta sepakat untuk segera menyusun langkah tindak lanjut, termasuk penentuan sekolah-sekolah yang akan dijadikan pilot project (proyek percontohan) dalam mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Bima.(RED)

×