BIMA – Kegiatan pengambilan batu di lahan pertanian Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai kegiatan tersebut membantu memperbaiki lahan yang sebelumnya sulit diolah sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya jagung.
Salah seorang pemuda Desa Mpuri, Saiful, mengaku ikut terlibat dalam proses perbaikan lahan tersebut. Menurutnya, kondisi lahan yang sebelumnya dipenuhi batu besar membuat petani kesulitan bercocok tanam.
"Pemuda Desa Mpuri sangat bahagia dan senang karena masyarakat yang kami bantu untuk perbaiki lahan mereka yang dulunya tidak layak, sehingga layak seperti sekarang," ujar Saiful, Rabu (23/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelum dilakukan perbaikan, hasil pertanian warga tergolong minim karena banyaknya batu di permukaan tanah sehingga menghambat proses pengolahan lahan.
"Sebelum adanya pengambilan batu di atas tanah kemarin hasil tani saya sedikit. Dengan adanya perbaikan ini hasil tani kami akan bertambah dan sangat memudahkan juga akses untuk kami bekerja dan lainnya," jelasnya.
Saiful menegaskan, kegiatan tersebut dilakukan atas permintaan para pemilik lahan dan bukan merupakan aktivitas penggalian dalam.
"Kami tidak menggali satu meter ataupun 2 meter ke dalamnya. Tapi kami hanya mengambil batu di atas tanah yang tidak bisa ditanami," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa inisiatif itu bermula ketika sejumlah pemilik lahan meminta bantuan untuk mengeluarkan batu yang mengganggu lahan pertanian mereka.
"Pada saat pertama saya didatangi beberapa pemilik lahan untuk mengeluarkan batu dan saya mengiyakan langsung karena ini sangat membantu masyarakat," lanjutnya.
Selain membantu petani, Saiful menyebut batu hasil pengambilan tidak dipasarkan ke luar desa. Material tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan di Desa Mpuri.
"Kami juga tidak menjual ke desa lain karena kami menjual di Desa Mpuri sendiri, memperbaiki desa kami tercinta. Kami tidak meraup keuntungan sendiri. Kami juga menghasilkan PAD Desa Mpuri, pemuda dan Masjid Nurul Huda juga menerima semua manfaat yang kami lakukan," pungkasnya.
Senada dengan itu, salah seorang pemilik lahan, Herlin, mengaku senang karena lahannya kini lebih mudah diolah. Ia berharap hasil panen jagung pada musim berikutnya dapat meningkat setelah batu-batu besar disingkirkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lahan pertanian yang sebelumnya dipenuhi batu kini tampak lebih rata dan bersih. Kondisi tersebut membuat lahan siap kembali diolah oleh para petani untuk musim tanam berikutnya.(RED)

