KOTA BIMA – Wakil Wali Kota Bima Fery Sofiyan memimpin rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka penguatan sinergi stabilitas dan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Iduladha, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Bima tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, Asisten II Setda Kota Bima, perwakilan PT Pertamina, Kepala Bulog, perwakilan Kodim 1608/Bima, perwakilan Kejaksaan Negeri Bima, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag, Sekretaris Dinas Kominfotik Kota Bima, Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan oleh Bank Indonesia pada 12 Mei lalu dalam rangka menghadapi HBKN Iduladha.
Menurutnya, Kota Bima memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi karena saat ini menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi NTB.
“Hal ini tentu menjadi motivasi bagi kita semua untuk mencari solusi dan langkah strategis agar Kota Bima mampu menekan angka inflasi serendah-rendahnya, minimal setara dengan daerah lain,” ujar Wakil Wali Kota.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas bahan pokok yang mengalami fluktuasi harga menjelang hari raya di antaranya beras, minyak goreng, telur, cabai rawit, terigu, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, tingginya harga tiket pesawat dan emas juga turut memengaruhi laju inflasi di Kota Bima.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bima mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta inspeksi mendadak (sidak) harga komoditas di Pasar Amahami.
“Dalam waktu dekat, Insyaallah kita akan melakukan sidak di Pasar Amahami untuk memastikan ketersediaan pasokan dan mengawasi stabilitas harga menjelang hari raya,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi pangan agar tidak terjadi hambatan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga. Selain itu, komunikasi efektif antar daerah dan kerja sama dengan berbagai OPD maupun BUMN dinilai penting dalam mendukung pengendalian inflasi di daerah.
“Untuk mewujudkan ikhtiar ini, kita harus bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan tujuan yang sama, yakni menurunkan inflasi di daerah, khususnya di wilayah Kota Bima,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia, Andi, menyampaikan bahwa Bank Indonesia sangat konsen terhadap isu inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta sistem pembayaran di daerah.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bima yang dinilai aktif dalam pengendalian inflasi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Ini pertama kalinya kami diundang langsung oleh Pemerintah Kota Bima. Dalam hal pengendalian inflasi, Pemerintah Kota Bima telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak delapan kali,” ungkapnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Bima berharap sinergi antarinstansi dapat semakin diperkuat sehingga mampu menekan laju inflasi, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.(RED)
.png)







