BIMA – Suasana bahagia yang seharusnya menyelimuti keluarga besar Bapak Madnin dan Ibu Ma'ani mendadak berubah menjadi duka mendalam. Kisah haru tersebut menjadi perhatian warganet setelah diunggah oleh akun media sosial Uje Bima pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam unggahannya, akun tersebut menceritakan bahwa keluarga besar Madnin dan Ma'ani tengah menggelar acara khitanan putra mereka, Fahmi. Momen yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan itu ternyata dibayangi kondisi sang anak sulung, M. Ramadhan, yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan.
"Yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi keluarga besar Bapak Madnin dan Ibu Ma'ani di acara khitanan putranya Fahmi, namun momen bahagia itu berubah menjadi duka mendalam karena di hari yang sama anak pertamanya, M. Ramadhan, sedang kritis di rumah sakit akibat kecelakaan," tulis akun tersebut.
Dalam unggahan itu juga dijelaskan bahwa M. Ramadhan saat itu direncanakan akan dirujuk ke Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun beberapa jam setelah unggahan pertama beredar, kabar duka kembali disampaikan. M. Ramadhan bin Madnin dikabarkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat kecelakaan yang dialaminya.
"Telah berpulang ke Rahmatullah Ananda M. Ramadhan bin Madnin, kakak dari Ananda Fahmi yang barusan Uje posting. Semoga Ananda M. Ramadhan bin Madnin husnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal Alamin," tulis akun tersebut dalam unggahan berikutnya.
Peristiwa ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga. Di saat sebagian anggota keluarga berkumpul untuk merayakan momen khitanan sang adik, mereka harus menerima kenyataan pahit atas kepergian putra tercinta.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Desa Monggo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.
Ucapan belasungkawa dan doa pun mengalir dari berbagai warganet yang mengikuti kisah tersebut di media sosial. Banyak yang mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keteguhan hati."(RED)


