-->

Notification

×

Kasus Dugaan Sodomi 10 Santri di Bima Masuk Tahap Penyelidikan

5/30/26 | Sabtu, Mei 30, 2026 WIB | 2026-06-01T07:58:00Z

BIMA - Pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial RS dan seorang guru berinisial SY di Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya mengakui telah melakukan tindakan sodomi terhadap 10 orang santri mereka.

Ilustrasi

Dilansir dari detikbali, Pengakuan tersebut disampaikan kedua terduga pelaku saat menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bima.

Kanit PPA Satreskrim Polres Bima, Iptu Mahfuddin, membenarkan adanya pengakuan dari kedua pelaku. Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terkait alasan di balik aksi bejat tersebut.

"Keduanya sudah mengakui perbuatannya. Untuk motifnya masih didalami," kata Iptu Mahfuddin saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).

Mahfuddin menjelaskan bahwa penanganan kasus tindak pidana asusila di lembaga pendidikan agama ini sudah masuk ke tahap penyelidikan. Dalam waktu dekat, penyidik menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Pihak kepolisian pun berjanji akan mengusut tuntas kasus yang mencoreng dunia pendidikan ini. "Masih tahap penyelidikan. Yang jelas kasus ini akan diproses sampai tuntas sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," tegas pria yang akrab disapa Ipul tersebut.

Di sisi lain, terungkap fakta baru mengenai hubungan kedekatan antara kedua pelaku. RS dan SY ternyata memiliki ikatan sebagai guru dan murid di masa lalu. SY merupakan alumni dari pondok pesantren tersebut dan pernah menjadi anak didik langsung dari RS sebelum akhirnya diangkat menjadi guru di sana.

"Sebelum menjadi guru di ponpes, SY adalah lulusan ponpes yang saat itu pernah diajari oleh RS," ujar AR (45), salah seorang warga yang mengenal baik kedua pelaku.

Menurut AR, RS sudah cukup lama tinggal menetap di area pondok pesantren, sementara SY tinggal di Kota Bima. Di mata masyarakat sekitar, kedua pelaku sebelumnya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.

"Keduanya dikenal dermawan dan sangat ramah," pungkas AR.(RED)

×