KOTA BIMA – Wali Kota Bima menerima kunjungan silaturahmi dari Datuk Abdul Rashid Abdul Gani dalam rangka penjajakan peluang investasi di bidang pertanian sekaligus membahas pengelolaan sampah di Kota Bima. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (11/06/2026) tersebut menjadi wadah diskusi mengenai potensi daerah dan peluang kerja sama yang dapat mendukung percepatan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan ucapan selamat datang kepada Datuk Abdul Rashid Abdul Gani. Ia menjelaskan bahwa Kota Bima memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang selama ini menjadi salah satu andalan masyarakat.
"Selamat datang di Kota Bima. Kami berencana mengajak Datuk melihat langsung potensi produksi jagung yang dimiliki daerah ini. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama dan investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Wali Kota Bima.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Bima terus membuka ruang bagi investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan potensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain membahas sektor pertanian, Wali Kota Bima juga mengungkapkan bahwa persoalan pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan yang saat ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, modern, dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Datuk Abdul Rashid Abdul Gani membagikan pengalaman Malaysia dalam menangani persoalan sampah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat yang dibangun sejak usia dini.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Malaysia adalah menanamkan budaya hidup bersih kepada anak-anak sejak dini. Selain itu, pengelolaan sampah juga didukung oleh pemanfaatan teknologi modern yang mampu memilah sampah secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan.
"Di Malaysia, pendidikan mengenai kebersihan lingkungan dimulai sejak dini. Selain itu, kami juga menggunakan teknologi AI untuk membantu proses pemilahan sampah. Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terdapat sanksi berupa hukuman sosial selama satu minggu," jelas Datuk Abdul Rashid Abdul Gani.
Datuk Abdul Rashid juga menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai potensi yang dimiliki Kota Bima. Ia menilai daerah ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk pengembangan investasi, baik pada sektor pertanian maupun pengelolaan lingkungan.
"Saya melihat Bima memiliki potensi yang sangat besar. Dengan sumber daya yang ada dan dukungan pemerintah daerah, peluang pengembangan investasi di sini sangat menjanjikan," ungkapnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Kota Bima dan investor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor pertanian, serta menghadirkan solusi inovatif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bima.(RED)


