-->

Notification

×

Baliho Tagih Utang di Pintu Masuk Kota Bima Viral

7/23/26 | Kamis, Juli 23, 2026 WIB | 2026-07-23T13:28:29Z

KOTA BIMA - Sebuah penampakan tak biasa menyedot perhatian pengguna jalan dan pengunjung di kawasan Amahami, tepatnya di depan ikon wisata religius Masjid Terapung Amahami yang menjadi salah satu pintu masuk utama Kota Bima.

Sebuah baliho berukuran sedang berisi permintaan penyelesaian utang terpasang di pinggir jalan utama dan mendadak viral setelah dijadikan latar belakang foto (selfie) oleh warga setempat, Kamis (23/7/2026).

Peristiwa unik ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Senja, yang disinyalir sebagai pihak pemasang. Dalam baliho tersebut, tertulis pesan bernada penagihan yang secara terbuka meminta sosok bernama "Reza Dompu" untuk segera menyelesaikan kewajiban yang dinilai belum ditunaikan.

Keberadaan baliho di lokasi yang ramai lalu lalang kendaraan ini dengan cepat memancing rasa penasaran publik. Sejumlah warga yang melintas mengaku terkejut, sebab media luar ruang yang umumnya dipakai untuk promosi atau kampanye justru dimanfaatkan sebagai sarana penagihan utang pribadi. Banyak warga yang memilih berhenti sejenak, tak hanya untuk membaca isi pesan, tetapi juga berswafoto dengan latar belakang baliho tersebut.

Fenomena ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai aksi tersebut sebagai bentuk puncak kekecewaan dari pihak yang merasa dirugikan melalui metode social shaming. Namun, tak sedikit pula yang berpandangan bahwa persoalan utang-piutang semestinya diselesaikan melalui jalur musyawarah atau mekanisme hukum yang berlaku.

Mengingat informasi pada baliho merupakan klaim sepihak dari pemasang, media Beritabima.com berupaya melakukan konfirmasi untuk menjaga keberimbangan berita.

Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp pada Kamis malam (23/7/2026) terkait namanya yang tercantum pada baliho tersebut, Reza Dompu hanya memberikan tanggapan singkat.

"Masih sibuk," jawabnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti berapa nominal uang yang ditagih maupun apakah persoalan ini sudah masuk ke ranah hukum. Kendati demikian, keberadaan baliho penagihan utang pertama di kawasan Amahami ini terus menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial.

Masyarakat pun diimbau untuk menyikapi fenomena ini secara bijak serta menunggu penjelasan utuh dari kedua belah pihak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.(RED)

×