-->

Notification

×

Kisah Haru Lalu Ratmaji, jadi Relawan Lalulintas Perjuangkan Hidup dan Kebahagiaan Ibu

10/31/26 | Sabtu, Oktober 31, 2026 WIB | 2026-10-31T10:00:51Z

MATARAM - Perjuangan Lalu Ratmaji, pemuda asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam mencari nafkah di Kota Mataram patut menjadi inspirasi. Demi membantu memenuhi kebutuhan dan menjaga kesehatan sang ibu, ia rela berjalan kaki sekitar satu kilometer setiap hari menuju lokasi pekerjaannya sebagai relawan pengatur lalu lintas di kawasan Rembiga, Kota Mataram.

Hampir lima tahun menjalani pekerjaan tersebut, Ratmaji tetap bertahan meski harus menghadapi terik matahari dan hujan saat membantu mengatur arus kendaraan serta menyeberangkan pejalan kaki di pertigaan Indomaret, Jalan Halmahera, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang.

Pemuda asal Gubuk Kute Timuk, Desa Sakra Pusat, Kabupaten Lombok Timur itu merantau ke Kota Mataram sejak 2021. Saat ini, ia tinggal menumpang di sebuah kamar indekos di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Tanpa kendaraan pribadi, setiap hari Ratmaji harus berjalan kaki dari tempat tinggalnya menuju lokasi kerja. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang mencari rezeki halal.

"Ibu dan almarhum bapak saya jadi penyemangat kerja keras saya untuk mengadu nasib di kota. Walaupun harus jalan kaki satu kilometer dari kos di Midang ke tempat kerja di Rembiga, saya jalani dengan ikhlas demi mencari rezeki yang halal untuk kesehatan dan kebahagiaan ibu saya," ujar Lalu Ratmaji saat menceritakan kisahnya pada media ini, baru -baru ini.

Perjuangan hidup Ratmaji tidak terlepas dari kondisi ekonomi keluarganya yang serba terbatas. Kedua orang tuanya dahulu bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Keterbatasan ekonomi membuat Ratmaji hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Sekolah Dasar (SD). Meski demikian, ia bisa menamatkan pendidikan dasar berkat kepedulian warga sekitar dan bantuan pemerintah desa melalui pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta penyediaan seragam sekolah.

Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP harus terhenti karena keterbatasan biaya. Ia sempat lama menganggur di rumah sebelum akhirnya memutuskan merantau ke Kota Mataram pada 2021 untuk mengadu nasib.

Selama menjalani pekerjaan sebagai relawan lalu lintas, Ratmaji berharap keberadaannya bersama relawan lainnya mendapat penghargaan dari masyarakat dan pengguna jalan.

"Tiang (saya) berharap orang-orang dan pengguna jalan di Kota Mataram bisa lebih menghargai keberadaan kami sebagai relawan lalu lintas. Kami di sini bekerja tulus membantu masyarakat menyeberang jalan agar aman dan lalu lintas lancar," pungkasnya.

Kisah Lalu Ratmaji menjadi gambaran perjuangan seorang anak yang tidak menyerah pada keterbatasan. Baginya, bekerja dengan ikhlas dan mendapatkan rezeki halal merupakan bagian dari upaya sederhana untuk membahagiakan ibu yang menjadi sumber semangat hidupnya.(RED)


×