-->

Notification

×

Festival Musik Akustik dan Lomba Mewarnai Resmi Ditutup, Kadis: Sinergi Jadi Kunci Kemajuan Pantai Lawata

11/01/26 | Minggu, November 01, 2026 WIB | 2026-11-01T15:13:52Z

KOTA BIMA, BERITABIMA.COM – Festival musik akustik, solo vocal, dan lomba mewarnai gambar se Kota, Kabupaten Bima dan Dompu yang berlangsung selama sepekan di kawasan Pantai Lawata, Kota Bima, resmi ditutup pada Minggu (1/11/2026).


Penutupan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan, mulai dari panitia, sponsor, komunitas seni, hingga masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, H. Sukarno, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan festival hingga kegiatan berakhir.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang terus memberikan dukungan dengan berkunjung ke kawasan wisata Pantai Lawata.

"Terima kasih kepada masyarakat atas kunjungannya ke Lawata. Terima kasih juga kepada teman-teman panitia, para pihak yang terlibat, Ketua Pemuda Pancasila, para seniman, serta seluruh sponsor yang selama ini terus membantu kegiatan-kegiatan di Pantai Lawata," ungkapnya.

Menurut H. Sukarno, keterlibatan para seniman merupakan bagian penting dalam membangun dan mengembangkan sektor pariwisata. Sebab, pariwisata tidak hanya membutuhkan keindahan destinasi, tetapi juga kreativitas dan sentuhan seni agar memiliki daya tarik bagi pengunjung.

"Membangun pariwisata tanpa seniman ibarat sayur tanpa garam," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini dirinya terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan para seniman karena menilai mereka memiliki pengalaman serta kompetensi yang dibutuhkan dalam mengembangkan kegiatan pariwisata.

"Untuk itu saya terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan teman-teman seniman. Karena berdasarkan pengalaman di lapangan, saya yakin para seniman ini merupakan pihak yang kompeten," katanya.

Lebih lanjut, Sukarno mengungkapkan bahwa kawasan Pantai Lawata hingga saat ini telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima yang hampir mencapai Rp700 juta.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan sinergi berbagai pihak dalam menghidupkan kawasan wisata tersebut.

"Lawata tidak akan memperoleh PAD yang maksimal jika tidak bersinergi dengan berbagai pihak terkait, seluruh elemen, dan masyarakat," tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata akan terus mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan, termasuk event berskala nasional, untuk meningkatkan daya tarik Pantai Lawata dan memperkuat sektor pariwisata Kota Bima.

Sementara itu, terkait agenda pengembangan pariwisata berikutnya, Sukarno menyebutkan bahwa pada tanggal 10 akan dilakukan proses kurasi dan penilaian terhadap Festival Rindu Mantika.

Ia berharap berbagai agenda dan inovasi yang dilakukan dapat semakin memperkuat posisi Pantai Lawata sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Bima.

Pada kesempatan tersebut, Sukarno turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pengunjung yang telah meluangkan waktu untuk datang menikmati kawasan Pantai Lawata.

Ia berharap pada tahun 2027 mendatang akan ada berbagai sentuhan pembenahan dan pengembangan agar kawasan wisata tersebut semakin menarik dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Sebagai perbandingan, Sukarno menyinggung Yogyakarta yang dinilainya mampu membangun dan mengembangkan daerah melalui kekuatan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.

"Yogyakarta itu seperti kita, tidak ada tambang, tetapi mampu membangun karena bersama-sama bersinergi," tuturnya.

Ia berharap semangat kolaborasi tersebut dapat terus dibangun di Kota Bima sehingga pengembangan sektor pariwisata, khususnya Pantai Lawata, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan komunitas, seniman, pelaku usaha, sponsor, dan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan berakhirnya festival tersebut, diharapkan berbagai kegiatan kreatif serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menghidupkan kawasan Pantai Lawata sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan PAD Kota Bima.(RED)


×