-->

Notification

×

Oknum Guru SD di Sumbawa Diduga Serang Dua Perempuan dengan Parang

5/24/26 | Minggu, Mei 24, 2026 WIB | 2026-05-24T04:41:38Z

 SUMBAWA - Warga Dusun Labuan Terata, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, digegerkan dengan dugaan kasus penganiayaan menggunakan parang yang melibatkan seorang oknum guru sekolah dasar (SD),FR, Sabtu (23/5/2026).

Dilansir dari Inside Sumbawa NTB, Pria berinisial FR (40) kini diamankan polisi setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap dua perempuan hingga mengalami luka serius.

Kapolsek Lape, IPTU Sumarlin, membenarkan adanya penanganan kasus tersebut. Polisi saat ini masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa itu diduga bermula saat korban berinisial B sedang berbelanja di sebuah kios milik warga. Di lokasi tersebut, B disebut sempat terlibat cekcok mulut dengan seorang perempuan berinisial R, yang diketahui merupakan istri terduga pelaku.

Situasi kemudian memanas. Tidak lama setelah itu, FR diduga datang sambil membawa parang dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban B hingga mengalami luka di bagian punggung.

Keributan tersebut kemudian diketahui oleh CT, anak dari korban B, yang datang ke lokasi. Namun nahas, CT juga diduga ikut menjadi korban penganiayaan dan mengalami luka robek di bagian kepala.

Kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lape untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara Polisi mengungkap motif FR (40) menebas dua perempuan kakak beradik hingga kritis menggunakan parang. Guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu kesal lantaran korban meminta istri FR untuk membayar utang.

"Masalah awalnya cekcok antara istri FR dengan korban terkait utang piutang," ungkap Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, yang dikutip dari detikBali, Sabtu (23/5/2026).

Kedua korban adalah B (43) dan C (40). Mulyawansyah menjelaskan istri FR berinisial RH memiliki utang hingga puluhan juta rupiah kepada B Namun, RH ngotot tidak mau membayar utang tersebut setelah ditagih oleh korban.

"Sudah lama sekali ditagih oleh korban. Saat ditagih lagi tadi, FR malah kesal hingga berujung menganiaya korban dan adiknya," jelasnya.(RED)

×