-->

Notification

×

Tuntut Kepastian Proyek Pengendali Banjir, Ratusan Warga Desa Mpuri Blokir Jalan

7/15/26 | Rabu, Juli 15, 2026 WIB | 2026-07-15T09:11:08Z

BIMA – Ratusan warga Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, memblokir Jalan Raya Lintas Mpuri–Campa selama kurang lebih empat jam, Rabu (15/7/2026). Aksi spontan tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar Proyek Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Sondosia senilai Rp14,4 miliar tetap dilanjutkan.

Pemblokiran dimulai sekitar pukul 10.20 WITA setelah sebelumnya sejumlah perwakilan warga mendatangi Kantor Kecamatan Madapangga untuk menyerahkan surat permohonan pembatalan surat pernyataan tertanggal 13 Juli 2026 yang berisi penghentian seluruh aktivitas proyek bronjong.

Dalam aksi itu, warga menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni meminta klarifikasi dan pembatalan surat penghentian proyek, meminta aktivitas galian Golongan C tetap berjalan sebagai sumber material proyek, serta menegaskan bahwa material diambil untuk kepentingan penanggulangan banjir di Desa Mpuri.

Koordinator aksi, Yan Bintang, menegaskan proyek tersebut merupakan harapan masyarakat untuk mengurangi ancaman banjir.

"Surat itu membuat kami resah. Proyek ini harapan kami untuk menahan banjir. Jangan sampai berhenti di tengah jalan," ujarnya.

Merespons aksi tersebut, Camat Madapangga H. Syahrul, S.Ag., MH, bersama Kapolsek Madapangga IPDA Ahmad Zulfikar, S.H. dan Danposramil PELDA Yusran turun langsung menemui massa.

Dalam dialog terbuka, Camat menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan maupun Polsek tidak pernah menghalangi pelaksanaan proyek dan justru mendukung agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Ia juga menerangkan bahwa surat penghentian dibuat oleh pihak pelaksana proyek bersama pihak lainnya, sementara pemerintah hanya bertindak sebagai saksi.

Di hadapan warga, Camat kemudian menunjukkan surat resmi pembatalan penghentian proyek. Penjelasan tersebut diterima oleh massa sehingga sekitar pukul 12.40 WITA blokade jalan dibuka dan arus lalu lintas kembali normal.

"Kami terima kasih Bapak Camat dan Bapak Kapolsek sudah merespon cepat. Kami sepakat proyek bronjong tetap berjalan. Galian C untuk material juga tetap. Mari kita sama-sama jaga keamanan," kata Yan Bintang.

Sementara itu, Kapolsek Madapangga IPDA Ahmad Zulfikar, S.H. mengapresiasi sikap masyarakat yang mengakhiri aksi secara damai.

"Alhamdulillah aksi berjalan aman dan tertib. Terima kasih kepada warga Desa Mpuri. Kami harap kondusivitas terus dijaga agar proyek ini selesai tepat waktu dan bisa segera melindungi warga dari banjir," ujarnya.

Aksi berakhir sekitar pukul 14.00 WITA. Personel Polsek Madapangga tetap melakukan pengamanan hingga seluruh aktivitas masyarakat kembali normal dan situasi di Desa Mpuri dinyatakan aman serta kondusif.(RED

×