-->

Notification

×

Paparkan Dua Inovasi di IGA 2026, Wali Kota Bima Bidik Predikat Kota Terinovatif

11/04/26 | Rabu, November 04, 2026 WIB | 2026-11-04T10:42:48Z

KOTA BIMA – Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., memaparkan dua inovasi unggulan Pemerintah Kota Bima dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 secara daring, Rabu (4/11/2026).

Dua inovasi yang dipresentasikan tersebut yakni LA CIBOS (Layanan Cek Informasi Bantuan Sosial Kota Bima) dan PARKIR BERAKHLAK (Pendampingan Juru Parkir Berintegritas dan Akuntabel). Kegiatan berlangsung di Pusat Komando Command Center Kota Bima.

Dalam pemaparannya, Wali Kota menjelaskan bahwa kedua inovasi tersebut lahir dari persoalan mendasar pembangunan daerah, terutama ketepatan penyaluran bantuan sosial dan rendahnya kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

LA CIBOS dikembangkan sebagai layanan digital untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi bantuan sosial sekaligus memperkuat transparansi dan ketepatan data penerima bantuan.

Sementara PARKIR BERAKHLAK merupakan inovasi non-digital yang diarahkan untuk membenahi tata kelola perparkiran melalui pendataan juru parkir, penetapan target setoran, pembinaan, serta pengawasan langsung.

Dampak kedua inovasi tersebut mulai terlihat dari capaian yang dipaparkan. Realisasi retribusi parkir meningkat dari Rp408,95 juta pada 2024 menjadi Rp514,44 juta pada 2025, atau tumbuh 25,80 persen.

Sementara itu, LA CIBOS mampu memangkas waktu pelayanan informasi bantuan sosial dari sebelumnya 60–180 menit menjadi kurang dari satu menit. Masyarakat juga dapat mengakses layanan tersebut tanpa biaya.

Inovasi LA CIBOS turut mendukung pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah. Pada 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan alokasi anggaran Rp2,88 miliar.

Selain memaparkan capaian inovasi, Wali Kota juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan data dan informasi.

Komitmen tersebut diperkuat melalui sejumlah kebijakan daerah, termasuk pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, pemberian insentif bagi inovator, inkubasi bisnis, hingga pengembangan inovasi di kalangan pelajar melalui workshop robotik.

Wali Kota berharap pengembangan inovasi tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan daerah, memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, serta akuntabel.

Sebagai catatan, pada 2025 Kota Bima meraih predikat Kota Sangat Inovatif. Jumlah inovasi daerah juga meningkat dari 234 inovasi pada 2025 menjadi 291 inovasi pada 2026, atau tumbuh 24,4 persen, dengan tingkat kematangan inovasi rata-rata 97,32.

Melalui capaian tersebut, Pemerintah Kota Bima menargetkan peningkatan predikat dalam ajang IGA 2026, dari Kota Sangat Inovatif menuju Kota Terinovatif.(RED)

×