KOTA BIMA – Kelangkaan semen yang terjadi di Kota Bima mulai menuai sorotan. Kondisi tersebut dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi menghambat aktivitas pembangunan, baik yang dilakukan masyarakat maupun para pelaku usaha konstruksi.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Latskar Kota Bima, Rafikurahman, mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini koperindag, bagian ekonomi bersama DPRD Kota Bima, khususnya komisi yang membidangi urusan perdagangan, segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut, Rabu (4/11/2026).
Rafikurahman menduga kelangkaan semen tersebut perlu ditelusuri secara serius karena tidak menutup kemungkinan adanya praktik penimbunan yang dilakukan oleh oknum distributor. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.
Ia secara khusus meminta Dinas terkait bersama DPRD Kota Bima segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh gudang distributor semen yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Bima.
"Kami mendesak koperindag Kota Bima bersama DPRD Kota Bima agar segera turun langsung melakukan sidak ke seluruh gudang distributor semen yang berada di kawasan Pelabuhan Bima. Jangan sampai ada pihak yang sengaja menimbun semen sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan material bangunan," tegasnya.
Menurut Rafikurahman, sidak tersebut penting untuk memastikan ketersediaan stok semen, mengetahui pola distribusi, serta menelusuri penyebab kelangkaan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya praktik penimbunan atau pelanggaran ketentuan distribusi, pemerintah dan aparat penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.
"Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat persoalan distribusi yang tidak jelas. Pemerintah melalui OPD terkait harus hadir dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Jika memang ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Persoalan kelangkaan semen bukan sekadar masalah ketersediaan barang, melainkan menyangkut kepentingan masyarakat luas dan keberlangsungan aktivitas pembangunan di Kota Bima.(RED)


